Ilusi tertua di dunia

Ilusi tertua di dunia

Bebicara soal misteri serta ilusi ternyata seru juga, ya. Seperti misalnya misteri Gunung Kelud ini. Bagi yang percaya hal gaib tentunya menerima saja apa adanya. yang paling mudah menjawab apa yang disebut realitas itu hanyalah sesuatu yang dirasakan, yang dilihat dengan mata. Coba saja kalau ada yang beradu argumentasi, seringkali kan ada yang bilang, Bener, sumpah deh !, aku sendiri merasakannya. Sangat terlihat bahwa secara mudah bagi seseorang yang dimaksud realitas yang benar secara mudah adalah apa yang dialami, dilihat atau dirasakan.

Apakah melihat realitas dengan panca indera ini salah ?
Jangan buru-buru nyari salah bener. Yang salah bisa jadi malah yang bertanya soal bener atau salah terlalu dini. Atau barangkali juga bukan sekedar masalah syapa yang bener syapa yang salah. Karena proses pembuktian itu berjalan terus sampai nanti. Dan proses itulah yang lebih penting dalam sebuah perjalanan hidup.

 

Ilusi optis

the Müller-Lyer optical illusion with arrows. Both set of arrows are exactly the same, the bottom one shows how the arrows are of the exact same length.Secara mudah saja ya ilusi adalah pendapat yang kurang tepat (salah) karena kekeliruan asumsi awal. Ada banyak ragam jenis ilusi, tapi yang paling mudah ya bicara soal optical illusion, atau tipuan mata. Sebagai contoh mudah adalah garis disebelah ini sakjane sama panjang, namun adanya ujung dan pangkal anak panah menjadikan kita sullit secara sepintas melihat bahwa garis itu sama panjang tanpa garis merah sebagai bantuan.

Ilusi lain adalah karena kita punya pengetahuan salah satu contoh adalah gambar kubus seperti disebelah kiri ini, yang disebut juga illusion ambiguity.

Necker cube on the left, impossible cube on the right.Munculnya ilusi harus ada asumsi atau pendapat awal. Kalau kita tidak tahu konsep 3D aka kita ngga akan tahu bahwa disebelah ini merupakan gambar yang aneh, bin mustahil. tapi pengetahuan kita tentang penggambaran 3D inilah yag membuat yang disebelah ini jadi aneh bin impossibel.

 

Yang agak lebih sulit adalah gambar disebelah ini. Gambar ini memerlukan pengetahuan tentang grafitasi atau air yang akan selalu mengalir kebawah. Namun gambar ini menjadikan pengetahuan kita air mengalir kebawah menjadi tertipu oleh gambar yang mustahil terjadi.

Kemustahilan ini akhirnya seperti dalam fisika kemudian berkembang menjadi “penciptaan” energi melalui perpetual engine yang selalu mengundang kontroversi. Apakah tidak mungkin kita menciptakan energi dengen perpetual engine ?

Ilusi tertua

Namun yang sebenernya sangat kompleks (atau malah sederhana) tetapi sudah terjadi beribu-ribu tahun adalah ilusi pergerakan matahari yang mengelilingi bumi dari timur ke barat. Ilusi optis/visual tertua yang dialami manusia adalah pergerakan matahari. Dahulu awalnya manusia mengerti dan percaya bahwa matahari dan bulan mengelilingi bumi dalam satu hari. Namun saat ini kita percaya bahwa matahari lah yang relatif diam dan bumi serta bulan lah yang mengelilingi matahari. Soal planet-planet lain mengeliling matahari yang kita percayai ini masih memerlukan alat lain serta otak dengan membayangkan sesuatu. Kita tidak mungkin tanpa alat akan mengerti bahwa kesembilan planet-planet itu juga mengelilingi matahari.

https://i1.wp.com/www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/2834453/2/istockphoto_2834453_sunrise_sunset.jpgIlusi optis bahwa matahari mengelilingi bumi ini sangat sulit dibuktikan dengan alat optis. Penggunaan kamera seperti yang dipakai untuk membuktikan adanya mobil bergerak naik seperti yang dituliskan pada komentar inipun menyisakan tempat untuk mereka yang pendapat bahwa gerakan mobil ke atas gunung itu nyata. Sehingga kita tahu pembuktian yang ada di dalam televisi ini juga sebenarnya sudah terkena ilusi optis dengan sendirinya.

Otak manusia ini memang dapat menerima rangsangan untuk meberikan perasaan realitas melalui inderanya. Namun, sebenarnya ada indera lain yang juga dapat memberikan rasa NYATA atau real, yaitu dengan berpikir. Mirip seperti kita berpikir tentang bumi mengelilingi matahari. Tanpa berpikir yang hanya mengandalkan mata saja, kita pasti akan “tertipu”. Kenapa, karena referensi pembenarannya hanyalah panca indera yang ada pada diri kita sendiri saja.

 

Pembuktian dengan alat.

Salah satu yang sering dipakai dalam pembuktian di dunia science adalah dengan menggunakan alat ukur. Untuk kasus “run-up hill” ahli fisika membuktikannya dengan alat gravimetri dan magnetometer seperti yang dilakukan oleh MIPA ITS menganalisa fenomena Gunung Kelud.

Realitaspun bisa juga menggunakan refrensi orang ketiga. Pernyataan orang atau pihak ketiga sudah dipakai sebagai bukti,

This entry was posted in Ilusi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s